ANALISIS PENETAPAN HARGA KAYU JATI PLUS PERHUTANI BERDASARKAN STUMPAGE COST DAN WILLINGNESS TO PAY

  • Arga Pramudita Kelompok Peneliti Industri dan Pemasaran, Puslitbang Perhutani
  • Suryanaji Suryanaji Biro Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Divisi Regional Jawa Tengah
Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Jati, Konsumen, Market Value, Perhutani

Abstrak

Jati Plus Perhutani (JPP) sebagai salah satu hasil program pemuliaan pohon memiliki beberapa keunggulan komparatif dibandingkan dengan jenis jati yang dikembangkan melalui perbanyakan konvensional dengan biji. Keunggulan dalam hal keliling batang dan produktivitas yang tinggi dalam jangka waktu yang relatif singkat akan memberikan biaya pembangunan tegakan yang minimal sehingga harga juga tidak terlalu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok produksi kayu JPP hasil penjarangan melalui pendekatan biaya selama daur dan pendekatan pasar (market value). Metode yang digunakan adalah pendekatan nilai tegakan (stumpage cost) dan metode Willingness to Pay (WTP) yang terdiri dari survei pelanggan dengan kuisioner dan in depth interview dengan sistematik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai pembangunan tegakan JPP selama 9 tahun sebesar Rp. 20.024.309,-/ha, dengan harga pokok penjualan sortimen AI sebesar Rp. 642.538,- dan sortimen AII sebesar Rp. 881.214,-. Sedangkan berdasarkan pendekatan pasar, konsumen menginginkan harga kayu JPP tidak jauh berbeda dengan kayu jati asal hutan rakyat atau penurunan harga sebesar 13% - 22%. Rekomendasi kebijakan yang disarankan terhadap penentuan harga kayu JPP adalah perlu pemisahan dan pembedaan harga jual dasar kayu JPP supaya dapat bersaing dengan harga kayu rakyat dan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

##plugins.generic.paperbuzz.metrics##

##plugins.generic.paperbuzz.loading##

Unduh

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Andayani, W. 1998. Sistem Distribusi dan Penetapan Harga Kayu Bulat Jati di Jawa. Disertasi S3 Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Anonim. 2009. Analisis Finansial Penerapan Harga Pokok Produksi Kayu Bundar Jati Perhutani. Laporan Penelitian. Puslitbang Perum Perhutani Cepu. Cepu.

Asri, M. 1991. Marketing. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. Yogyakarta.

Priyanto, R. 2004. Analisis Distribusi Kayu Jati Rakyat di Kabupaten Gunungkidul. Skripsi S1. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Sofyan, P., Warsito. 1995. Penaksiran Biaya dan Pendapatan Pengusahaan Hutan Tanaman. Bahan Kuliah Analisis Bisnis Pengusahaan Hutan Program Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Wibowo, A. 2013. Uji Coba Tebangan Kayu JPP Asal Stek Pucuk (Studi kasus petak 61a, BKPH Kedunggalar, KPH Ngawi). Laporan Pengamatan. Cepu.

Diterbitkan
2021-08-01
Bagian
Articles
Tidak ada artikel terkait yang ditemukan