Pemetaan Subsiden di Kesatuan Hidrologi Gambut Sungai Jangkang – Sungai Liong Pulau Bengkalis

Mapping of Peatland Subsidence in Peat Hydrology Unit Jangkang River – Liong River in Bengkalis Island

  • Harisman Edi Alumni Program Studi Mitigasi Bencana dan Kerusakan Lahan, Sekolah Pascasarjana IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
  • Baba Barus Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
  • Dwi Putro Tejo Baskoro Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Abstrak

Subsidensi merupakan permasalahan penting pada pemanfaatan lahan gambut yang harus menjadi perhatian, apabila subsiden tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya banjir dan penurunan kualitas lahan. Penelitian ini mengembangkan pemetaan subsiden menggunakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap subsidensi dengan analisis regresi linear berganda metode stepwise. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidensi yang terjadi disebabkan oleh 7 faktor yaitu umur tanaman, penggunaan lahan, bobot isi 50-100 cm, tingggi muka air tanah, tinggi muka air di saluran drainase, dan jarak dari saluran drainase dengan fungsi persamaan Y = -28.240 + 1.241 X1 + 0.023 X2 + 4.866 X3 + 0.370 X4 – 97.089 X5 – 0.209 X6 + 0.298 X7. Subsiden 0-50 cm terluas dengan luasan 13,472 ha pada penggunaan lahan aktual kebun karet seluas 4,013 ha, subsiden 50-100 cm mempunyai luasan 2,147 ha dengan penggunaan lahan aktual kebun karet seluas 813 ha, subsiden lebih dari 100 cm mempunyai luas terkecil yaitu 261 ha dengan penggunaan lahan aktual kebun kelapa 88 ha.  

Kata kunci: Bengkalis, penggunaan lahan, pemetaan, lahan gambut, subsiden

Unduh

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2019-03-28