HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK AGROEKOLOGI PERKEBUNAN KARET (Hevea brassiliansis L) DENGAN HASIL KARET DI LAMPUNG

  • Andarias Makka Murni Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung, Jl. Z.A. Pagar Alam No. 1a, Rajabasa Bandar Lampung, Indonesia

Abstrak

Produktivitas karet ditentukan oleh kondisi agroekologi dimana komoditas tersebut dikembangkan. Provinsi Lampung merupakan salah satu penghasil komoditi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik agroekologi dengan hasil karet di Provinsi Lampung. Kajian di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Tengah dan Way Kanan. Kajian menggunakan metode survey dengan cara mengumpulkan data produduksi karet, serta karakter agroekologi yang meliputi data sifat-sifat tanah dan iklim dengan berpedoman pada panduan evaluasi lahan untuk pewilayahan komoditas pertanian. Hasil kajian menunjukkan, bahwa karakter agroekologi perkebunan karet di Lampung termasuk ke dalam kelas sesuai (S2). Tingkat kesuburan tanah perkebunan karet di semua lokasi rata-rata rendah sampai sedang, kecuali kadar K potensial di Tulang Bawang dan Way Kanan tinggi dan P tersedia di semua lokasi tinggi. pH tanah yang rendah dan kadar Aldd pada taraf sedang sampai tinggi pada lapisan 20-40 cm di bawah permukaan tanah berpotensi untuk memfiksasi hara P sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara faktor tanah dan hasil karet di Tulang Bawang dan Way Kanan, namun di Lampung Tengah hubungannya sangat lemah. Direkomendasikan teknologi perbaikan kualitas lahan di perkebunan karet melalui pengapuran dan penggunaan bahan organik untuk menghilangkan/mencegah terjadinya fiksasi P dalam tanah karena rendahnya pH tanah dan adanya kadar Aldd pada taraf sedang sampai tinggi pada lapisan 20-40 cm di bawah permukaan tanah.

Kata kunci: Karakter agroekologi, Hevea brassiliansis L, kesesuaian lahan

Unduh

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2015-04-01