KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI INDIKATOR KELUARAN LEMBAGA RISET : KASUS KEBUN RAYA BOGOR

  • Rochani Nani Rahayu

Abstrak

Abstrak

Kinerja PKT-KBR diukur melalui kajian deskriptif karya tulis ilmiah yang dirangkum dalam publikasi Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti Kebun Raya Bogor 2009 – 2011  yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Jenis karya tulis ilmiah.; 2) lokasi diselenggarakannya seminar; 3) bahasa  penulisan abstrak; 4) kolaborasi penulis; 5) perbandingan penulis/artikel; 6) jenis kelamin penulis. Hasil penelitian menunjukkan, 1) makalah prosiding dalam negeri merupakan karya  terbanyak (71,42%), diikuti oleh artikel jurnal dalam negeri (22,17%), posisi ke tiga adalah artikel  jurnal luar negeri (5,91%), posisi terakhir adalah bagian dari  buku ( 0,49%); 2) Ada 13  lokasi penyelenggaraan seminar  dengan  Bali yang terbanyak ( 30,35%), diikuti oleh Cibodas ( 15,86%), kemudian Yogyakarta (11,72%) t 4,14%  tidak diketahui lokasinya; 3) abstrak  berbahasa Indonesia berjumlah 56 judul (27,59%) dan  berbahasa Inggris 147 judul (72,41%); 4) karya tulis terbanyak ditulis oleh 2 orang (39,60%),  diikuti oleh artikel individu (30,69%) di lokasi ke tiga adalah artikel yang ditulis oleh 3 orang (18,81%); 5) rata-rata perbandingan penulis/karya tulis adalah 2,15; 6) penulis perempuan  sebanyak 233 orang (54,06%) dan penulis laki-laki 198 orang (45,94%). Disimpulkan bahwa karya tulis terbanyak berupa makalah prosiding dalam negeri yang dipresentasikan di Bali, sedangkan abstrak lebih banyak dalam bahasa Inggris.

Kata kunci : research institutions, performance indicators, journals, proceedings, articles

Unduh

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2015-06-11