Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Risiko Produksi Bawang Putih Di Indonesia

Main Article Content

Putri Febrilla Solehah
Anna Fariyanti

Abstract

Garlic productivity in Indonesia is still low and fluctuates every year. The productivity fluctuations indicate production risks. This research aims to analyze the factors that influence the productivity and risks of garlic production in Indonesia. The data used in this study is secondary data from BPS 2014 in the three largest production centers, namely Central Java, West Nusa Tenggara, and East Nusa Tenggara, with a total sample of 305 farmer respondents from 333 farmer respondents. The method used in this study is a multiple linear regression model with the Just and Pope model approach. Multiple linear regression analysis for the productivity function is estimated through the Ordinary Least Squares (OLS) method, whereas for the production risk function, estimation is conducted using the Maximum Likelihood Estimation (MLE) method. The results showed that the risk level of garlic production in Indonesia was high. Factors significantly increased productivity, including seeds, labor, the dry season, and climate change. Meanwhile, factors that significantly reduced productivity are organic fertilizers and SP36 fertilizers. The risk-inducing production factor is climate change, while the risk-reducing factors are pest attacks and liquid pesticides. To boost productivity, farmers can cultivate garlic during the dry season, increase the use of high-quality seedlings and labor, and reduce the application of organic and SP36 fertilizers. To mitigate production risks, farmers can enhance the use of liquid pesticides following recommended usage standards.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
SolehahP. F., & FariyantiA. (2024). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Risiko Produksi Bawang Putih Di Indonesia. Forum Agribisnis : Agribusiness Forum, 14(1), 18-34. https://doi.org/10.29244/fagb.14.1.18-34
Section
Articles

References

Apriana N, Fariyanti A, Burhanuddin B. 2017. Preferensi Risiko Petani Padi di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Manajemen & Agribisnis. 14(2): 165.

Astuti LTW, Daryanto A, Syaukat Y, Daryanto HK. 2019. Analisis resiko produksi usahatani bawang merah pada musim kering dan musim hujan di Kabupaten Brebes. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis. 3(4): 840–852.

Bagis T, Zaini A, Miharja D. 2023. Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Sembalun.

Basuki RS, Efendi AM, Hermanto C. 2019. Teknologi inovatif budidaya bawang putih.
[BNPB] Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2013. Waspadai Ancaman Bencana Hidrometeorologi Selama Musim Kemarau 2013.

[BPS] Badan Pusat Statistik 2014. Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Hortikultura.

[BPS] Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. 2022. Luas Panen dan Produksi Bawang Putih di Jawa Tengah. https://jateng.bps.go.id/indicator/55/729/1/luas-panen-dan-produksi-bawang-putih.html

[BPS] Badan Pusat Statistik Jawa Timur. 2022. Luas Panen dan Produksi Bawang Putih di Jawa Timur. https://jatim.bps.go.id/statictable/2023/03/16/2528/luas-panen-tanaman-sayuran-bawang-putih-bayam-buncis-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-tanaman-di-provinsi-jawa-timur-ha-2021-dan-2022.html

Darmadji D, Suwarta S, Maulanai I, Suharjanto T, Kiyono K. 2023. Analisis Fungsi Produksi dan Efisiensi Usahatani Bawang Putih. Prosidia Widya Saintek. 2(1): 49–60.

Departemen Pertanian. 2009. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih. Tegal: Direktorat Jenderal Hortikultura.

[DJP] Direktorat Jenderal Hortikultura Hortikultura. 2017. Pengembangan bawang putih nasional. Kementerian Pertanian., siap terbit.

Dinas Pertanian dan Perkebunan. 2022. Luas dan Produksi Bawang Putih di Nusa Tenggara Barat.https://data.ntbprov.go.id/dataset/rekapitulasi-luas-panen-produktivitas-dan-produksi-bawang-putih-di-ntb/resource/a177ff13#{view-graph:{graphOptions:{hooks:{processOffset:{},bindEvents:{}}}},graphOptions:{hooks:{processOffset:{},bindEvents:{}}}}

Falo M, Kune SJ, Hutapea AN, Kapitan OB. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan strategi pengembangan usahatani bawang putih di kecamatan Miomaffo Barat, kabupaten Timor Tengah Utara. Agrimor. 1(04):84–87.

Farid A, Romadi U, Witono D. 2018. Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani dalam penerapan sistem tanam jajar legowo di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan. 14(1) :27–32.

Fariyanti A. 2016. Perilaku ekonomi rumah tangga petani sayuran pada kondisi risiko produksi dan harga di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Fayza S, Zulkarnain. 2023. Analisis Risiko Produksi Usahatani Kakao (Theobroma cacao, L) Di Kabupaten Pidie Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 8(2).

Febriawan G, Hadi S, Wijayanti FN. 2018. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi usahatani pepaya di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Jurnal Agribest. 2(2):79–91.

Ghozali MR, Wibowo R. 2019. Analisis Risiko Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis. 3(2): 294–310.

Gusti IM, Gayatri S, Prasetyo AS. 2021. Pengaruh umur, tingkat pendidikan dan lama bertani terhadap pengetahuan petani tentang manfaat dan cara penggunaan kartu tani di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. 19(2):209–221.

Haq ZU, Nur IA, Kirana I. 2023. Analisis Risiko Usahatani Bawang Putih (Allium Sativum L.) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal: Risk Analysis of Garlic Farming (Allium sativum L.) in Bojong District, Tegal Regency. Jurnal Pertanian Peradaban (Peradaban Journal of Agriculture). 3(1):17–25.

Hernanto F. 1996. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kementerian Pertanian. 2015. Rencana Strategis Direktorat Jendral Hortikultura Tahun 2015-2019. Kementerian Pertanian Dirjen Hortikultura Republik Indonesia., siap terbit.

Kementerian Pertanian. 2019. Statistik Pertanian 2019.

Lailiyah N, Timisela NR, Kaplale R. 2017. Analisis produksi padi sawah (Oryza sativa L) tadah hujan di Desa Lea Wai Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. AGRILAN: Jurnal Agribisnis Kepulauan. 5(2):151–165.

Lubis KA. 2013. Penerapan generalized method of moments pada persamaan simultan panel dinamis untuk pemodelan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Unpublished thesis Institute Teknologi Sepuluh November., siap terbit.

Mahmudah M, Mahfudz M, Hindarti S. 2019. Analisis Risiko Produksi Pada Usahatani Tomat di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 7(1).

Mantra IB. 2004. Demografi Umum, cetakan III. Yogyakarta: Pustaka Pelajar., siap terbit.

Manurung AI, Sirait B. 2022. Pengaruh Pemberian Pupuk SP-36 dan Urea Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian. 20(1): 33–38.

Muhammad CF, Soelistyono R. 2021. Kajian dampak perubahan iklim terhadap produktivitas bawang putih (Allium sativum L.) di Kabupaten Malang. Jurnal Produksi Tanaman. 8.

Mutisari R, Meitasari D. 2019. Analisis Risiko Produksi Usahatani Bawang Merah di Kota Batu. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 3(3): 655–662. doi:10.21776/ub.jepa.2019.003.03.21.

Nadapdap HJ, Saefudin BR. 2020. Risiko Usahatani Mangga di Kecamatan Rembang Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 20(2): 161–169.

Noor HF. 2021. Analisis Risiko pada Usahatani Benih Bawang Putih di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Jurnal Pangan. 30(3): 199–216.

Nurhasanah N. 2019. Analisis Risiko Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Tegalgondo Kecematan Karangplosos Kabupaten Malang. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 7(4).

Nuwa MF, Rauf A, Boekoesoe Y. 2022. Karakteristik Petani Di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis. 6(2): 89–95.

Puluhulawa I. 2013. Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Status Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Palu Selatan. Katalogis. 1(3).

Purba R. 2014. Produksi dan Keuntungan Usahatani Empat Varietas Bawang Merah di Luar Musim (Off-season) Dikabupaten Serang, Banten. Agriekonomika. 3(1): 55–64.

Purwaningsih E. 2005. Manfaat Bawang Putih. Ganeca Exact.

Purnama. E.B, Pangemanan, JIH. 2022. Mengenal Pupuk Organik Beserta Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya.https://mediaindonesia.com/humaniora/543525/mengenal-pupuk-organik-beserta-jenis-kelebihan-dan-kekurangannya.

Pusdatin. 2020. Outlook Bawang Putih 2022. Kementan

Putra YH, Susilowati D, Syakir F. 2020. Analisis Risiko Usahatani Bawang Merah di Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 8(2).

Roidah IS. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Bonorowo. 1(1): 30–43.

Samay A, Susanti E, Romano R. 2020. Pembagian Peran Gender Pada Rumah Tangga Petani Bawang Merah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 5(4): 118–124.

Santoso BH. 2017. Sukses Budi Daya Bawang Putih di Pekarangan dan Perkebunan . Yogyakarta: Lily Publisher.

Septiana B, Kusnadi N, Fariyanti A. 2022. Daya Saing Bawang Putih di Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness). 10(1): 40–52.

Setyanto P, Hayati M, Samijan, Prastuti R. 2018. Budidaya Sayuran Bawang Putih. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura.
Situmorang NC, Yurisinthae E, Fitrianti W. 2022. Risiko Porduksi Usahatani Bayam Di Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 6(2): 717–729.

Sriyadi S. 2010. Risiko Produksi Dan Keefisienan Relatif Usahatani Bawang Putih Di Kabupaten Karanganyar (Production Risk and Relative Efficiency of Garlic Farming in Karanganyar Regency). Jurnal Pembangunan Pedesaan. 10(2): 117328.

Suharyanto S, Rinaldy J, Ngurah Arya N. 2015. Analisis Risiko Produksi Usahatani Padi Sawah. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research. 1(2): 70–77. doi:10.18196/agr.1210.

Suryanto A. 2019. Pola tanam. Universitas Brawijaya Press.

Swastika DKS, Wargiono J, Soejitno S, Hasanuddin A. 2007. Analisis kebijakan peningkatan produksi padi melalui efisiensi pemanfaatan lahan sawah di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian. 5(1): 36–52.

Titisari A, Setyorini E, Sutriswanto S, Suryantini H. 2019. Kiat sukses budi daya bawang putih.

Untari I. 2010. Bawang putih sebagai obat paling mujarab bagi kesehatan. Gaster. 7(1): 547–554.

Utami HNS. 2017 Okt 17. Pengendalian OPT Bawang Putih.

Waluyo T. 2021. Penerapan Fungsi Manajemen dan Analisis Finansial Budidaya Bawang Putih (Studi Kasus Petani Bawang Putih di Desa Cipendawa, Pacet, CianjurJawa Barat). Ilmu dan Budaya. 41(72).

Warman GR, Kristiana R. 2018. Mengkaji sistem tanam tumpangsari tanaman semusim. Di dalam: Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning. Volume ke-15. hlm 791–794.

Yanamisra A, Fariyanti A, Utami AD. 2023. Risiko Produksi Dan Harga Pada Usahatani Rumput Laut Di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Forum Agribisnis. 13(2): 137-151.

Zakaria RS, Rachmina D, Tinaprilla N. 2023. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Risiko

Most read articles by the same author(s)