Harvesting Systems of Private Forests in Indonesia: A Review

Ahmad Budiaman, Hardjanto

Abstract

Private forests are spread over almost all the islands of Indonesia. Private forest harvesting has an important and strategic role in improving the welfare of the Indonesian people, especially in rural areas. Therefore, this research presents a review of harvesting systems used in private forests in Indonesia. This research uses literature searching and a statistical database. The basic criteria for selecting a harvesting system of private forest are a timber sales system, low equipment capital costs, and labor-intensive as well as adaptivity to local wisdom. Harvesting of private forests is mainly carried out by small-scale contractors Forest harvesting systems are partly mechanized and non-mechanized. Chainsaw was the cutting tool used for felling, debranching, and bucking. The most commonly used forest harvesting systems are manual and those involving modified motorbikes. Another less common system is conducted with animals, winches, and simple skyline systems. Loggers in private forests are self-taught workers and have not received special training in harvesting techniques, log bucking and wood extraction, and chainsaw maintenance. Improvement of wood extraction techniques is urgently needed, especially in aspects of the operating system, occupational health, and safety in forest harvesting with modified motorbikes, winches, and simple skyline systems.  

References

Abbas, A., Mujetahid, A., & Dassir, M. (2021). Pendapatan dan hubungan produksi pemanenan hutan rakyat di Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng. Jurnal Eboni, 3(1), 9–15.
Achmad, B., & Purwanto, R. H. (2014). Peluang adopsi sistem agroforestry dan kontribusi ekonomi pada berbagai pola tanam hutan rakyat di Kabupaten Ciamis. Bumi Lestari, 14(1), 15–26.
Achmad, B., & Diniyati, D. (2015). Keragaman jenis tanaman dan pengelolaannya pada hutan rakyat di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(3), 460–465. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010314
Achmad, B., Purwanto, R. H., Sabarnurdin, S., & Sumardi. (2015). Tingkat pendapatan dan curahan tenaga kerja pada hutan rakyat di Kabupaten Ciamis. Jurnal Ilmu Kehutanan, 9(2), 105–116. https://doi.org/10.22146/jik.10195
Aminah, L. N., Qurniati, R., & Hidayat, W. (2013). Kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani di Desa Buana Sakti Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari, 1(1), 47–54. https://doi.org/10.23960/jsl1147-54
Anatika, E., Kaskoyo, H., Febryano, I. G., & Banuwo, I.. S. (2019). Pengelolaan hutan rakyat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 42–51. https://doi.org/10.23960/jsl1742-51
Anjarsari, I., Suhartati, T., & Wahyudiono, S. (2022). Pengelolaan dan potensi hutan rakyat berbasis pinus (Pinus merkusii) bagi pendapatan petani di Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Jurnal Tengkawang, 12(2), 116–128. https://doi.org/10.26418/jt.v12i2.54088
ANTARA. (2017, July 5). Arus balik produksi kehutanan dengan hutan rakyat. ANTARA https://megapolitan.antaranews.com/berita/30504/arus-balik-produksi-kehutanan-dengan-hutan-rakyat.
Apriyanto, D., Hardjanto, & Hero, Y. (2016). Peningkatan peran hutan rakyat dalam mendukung ketahanan pangan dan penanggulangan kemiskinan (Studi kasus di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor) Jurnal Silvikultur Tropika, 7(3), 165–173. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.7.3.165-173
Assegaf, A., Rusli, A. R., & Meiganati, K. B. (2023). Produktivitas penebangan pohon jati (Tectona grandis L.f) menggunakan chainsaw (Studi kasus: Trubusan jati unggul nusantara di kebun percobaan Cogreg Universitas Nusa Bangsa). Prosiding Seminar Nasional Sinergi Riset dan Inovasi, 1(1), 141–149.
Basari, Z., Endom, W., & Sinaga, M. (1998). Ekstraksi kayu dengan sistem kabel layang gaya berat ber-rem di areal hutan tusam KPH Pekalongan Barat Perum Perhutani Jawa Tengah. Bulletin Penelitian Hasil Hutan, 15(6), 371–384.
Basari, Z. (2010). Produktivitas pengeluaran kayu tusam (Pinus merkusii sp.) dengan sepeda motor yang dimodifikasi di Perum Perhutani Unit III Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 28(4), 427–439. https://doi.org/10.20886/jphh.2010.28.4.427-440
Budiaman, A., & Komalasari, P. (2012). Waste of felling and on-site production of teak square wood of the community forests. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 18(3), 164–168. https://doi.org/10.7226/jtfm.18.3.164
Budiningsih, E., Hardjanto, & Hero, Y. (2019). Analisis peran koperasi dalam pengelolaan hutan rakyat di Kebumen. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 9(2), 327–336. https://doi.org/10.29244/jpsl.9.2.327-336
Campbell, M., Mckenzie, J. E., Sowden, A., Katikireddi, S. V., Brennan, S. E., Ellis, S., ..., & Thomson, H. (2020). Synthesis without meta-analysis (SWiM) in systematic reviews: Reporting guideline. BMJ Clinical Research, 368, l6890. https://doi.org/10.1136/bmj.l6890
[CSBI] Central Statistical Bureau of Indonesia. (2020). Forest area and marine conservation area in Indonesia. Jakarta: Central Statistical Bureau of Indonesia
Dalya, N., & Mujetahid, A. (2019). Infrastructure role of harvesting system in the community forest. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 270, 012010. https://doi.org/10.1088/1755-1315/270/1/012010
Dalya, N., Mujetahid, A., & Gautama, I. (2020). Study of wood harvesting system in the community forest. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 575, 12136. https://doi.org/10.1088/1755-1315/575/1/012136
Dau, J. H. Mati, A., & Dawaki, S. A. (2015). Role of forest inventory in sustainable forest management: A Review. International Journal of Forestry and Horticulture, 1(2), 33–40.
Diniyati, D., & Achmad, B. (2015). Kontribusi pendapatan hasil hutan bukan kayu pada usaha hutan rakyat pola agroforestri di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Kehutanan, 9(1), 23–31. https://doi.org/10.22146/jik.10181
Djamal, M., Hardjanto, & Hero, Y. (2018). Ukuran dasar kelestarian produksi pada hutan rakyat di kabupaten Barru. Jurnal Silvikultur Tropika, 9(2), 85–92. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.9.2.85-92
Dulsalam. (2006). Pengeluaran kayu dengan sistem kabel layang di hutan rakyat. Prosiding seminar hasil penelitian dan pengembangan hasil hutan (pp. 98–107). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.
Dulsalam. (2012). Produktivitas dan biaya alat sistem kabel layang P3HH24 untuk pengeluaran kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(1), 51–58. https://doi.org/10.20886/jphh.2012.30.1.51-58
Endom, W., Sukanda, & Dulsalam. (2006). Efisiensi dan efektivitas pemanenan kayu hutan rakyat di daerah curam. Prosiding seminar hasil penelitian dan pengembangan hasil hutan (pp. 69–83). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.
Endom, W. (2013). Produktivitas dan biaya alat hasil rekayasa dalam pengeluaran kayu jati di daerah curam. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(1), 63–74. https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.1.63-74
Farhan, F., Sari, N. M., & Thamrin, G. A. R. (2019). Persediaan bahan baku pembuatan barecore kayu sengon di PT Surya Satrya Timur Corporation Banjarmasin. Jurnal Sylva Scienteae, 2(3). 456–464.
Fauziyah, E., Kuswantoro, D. P., & Sanudin. (2015). Prospek pengembangan pala (Myristica fragrans Houtt) di hutan rakyat. Jurnal Ilmu Kehutanan, 9(1), 32–39. https://doi.org/10.22146/jik.10182
Gautama, I. (2008). Prestasi pekerja dalam kegiatan pembagian batang pada kegiatan pemanenan di hutan jati rakyat Desa Lili Riattang, Kabupaten Bone. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 3(2), 111–234.
Ghozali, D. I., Ilham, Sari, D. R., & Ruslim, Y. (2021). Produktivitas penebangan pohon di kelompok tani Sunggal Mitra Sawit Dayak Ahi Harapan Maju Sejahtera, Kabupaten Berau. In Mariyah, R. Mariati, M. E. Suriaatmadha, & A. E. Nugroho (Eds.), Prosiding seminar nasional pertanian. Nilai pertanian: dari potensi lokal menuju pasar yang berdaya saing (pp. 66–73). Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.
Hamdani, F. A. U., Darusman, D., & Tiryana, T. (2015). Evaluasi praktik tebang butuh di hutan rakyat Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 2(1), 33–41.
Hardjanto. (2003). Keragaan dan pengembangan usaha kayu rakyat di pulau Jawa [dissertation]. Bogor: IPB University.
Hardjanto, Hero, Y., & Trison, S. (2012). Desain kelembagaan usaha hutan rakyat untuk mewujudkan kelestarian hutan dan kelestarian usaha dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat pedesaan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 17(2), 103–107.
Hardjanto. (2017). Pengelolaan hutan rakyat. Bogor: IPB Press.
Hardjanto, & Patabang, M. (2019). Application of the Brandis method for yield regulation of pine private forest in Tana Toraja. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 25(2), 82–92. https://doi.org/10.7226/jtfm.5.2.82
Hermudananto, & Supriyatno, N. (2020). Evaluation of timber harvesting planning in Indonesian certified small and low-intensity managed forests. Journal of Tropical Forest Science, 32(3), 283–288. https://doi.org/10.26525/jtfs32.3.283
Heru, D. R., Susi, A., & Ragil. B. W. M. P. (2009). Kajian sengon (Paraserianthes falcataria) sebagai pohon bernilai ekonomi dan lingkungan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 6(3), 201–208. https://doi.org/10.20886/jpht.2009.6.3.201-208
Herwanti, S. (2015). Potensi kayu rakyat pada kebun campuran di Desa Pesawaran Indah Kabupaten Pesawaran. Jurnal Sylva Lestari, 3(1), 113–120. https://doi.org/10.23960/jsl13113-120
Hidayat, R., Wiyono, Oktalina, S. N. (2018). Perbandingan efektivitas chainsaw STIHL 070 dan STIHL MS 381 pada kegiatan penebangan pohon. Jurnal Nasional Teknologi Terapan, 1(2), 146–152. https://doi.org/10.22146/jntt.39195
Hindra, B. (2006). Potensi dan kelembagaan hutan rakyat. Prosiding seminar hasil penelitian dan pengembangan hasil hutan (pp. 14–23). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.
Hinrich, A., Muhtaman, D R., Irianto, N. (2008). Sertifikasi hutan rakyat di Indonesia. Jakarta: Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit.
Hisma, M. D., Hardjanto, Hero, Y. (2015). Pola hutan rakyat pada program Tropical Forest Conservation Action (TFCA-Sumatera) di Bengkulu. Journal Tropical Silviculture, 6(3), 196–202. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.6.3.%25p
Irundu, D., & Fatmawaty, D.(2019). Potensi hutan rakyat sebagai penghasil pangan di Desa Paku Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 11(1), 41–48. https://doi.org/10.24259/jhm.v11i1.5669
Jenaro, A. V., Lidiawati, I., & Rusli, A. R. (2018). Biaya produksi dan penyaradan kayu jati (Tectona grandis Lf) unggul nusantara di kebun percobaan Universitas Nusa Bangsa. Jurnal Nusa Sylva, 18(2), 73–81.
Kalima, T., & Sumarhani. (2015). Identifikasi jenis-jenis rotan pada hutan rakyat di Katingan, Kalimantan Tengah dan upaya pengembangan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(2), 194–200. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010205
Kurniawan, A., Hidayat, J. W., & Amirudin. (2020). Challenges of private forests management in Cluwak Sub-district, Pati Regency, Indonesia. E3S Web of Conferences, 202, 06013 https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020206013
Kusmana, C. (2011). Penerapan multisistem silvikultur pada unit pengelolaan hutan produksi: Tinjauan aspek ekologi. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1, 47–54. https://doi.org/10.29244/jpsl.1.1.47
Kusumedi, P., & Nawir, A. (2010). Analisis pengelolaan dan finansial hutan rakyat kemitraan di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 7(1), 1–21. https://doi.org/10.20886/jpsek.2010.7.1.%25p
Labelle, E. R., & Lemmer, K. J. (2019). Selected environment impacts of forest harvesting operations with varying of mechanization. Croatian Journal of Forest Engineering, 40(2), 239–257. https://doi.org/10.5552/crojfe.2019.537
Laraswati, D., Rahayu, S., Pratama, A. A., Soraya, E., Sahide, M. A. K., & Maryudi, A. (2020). Private forest in facing the timber legality regime in Indonesia: the NGOs’ role. IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 449, 012053. https://doi.org/10.1088/1755-1315/449/1/012053
Lestari, S. N. I., Hardjanto, & Hero, Y. (2018). Kontribusi hutan rakyat terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Jurnal Silvikultur Tropika, 9(3), 188–195. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.9.3.188-195
Listiyawan, D., Syaukat, Y., & Falatehan, A. F. (2022). Pola pengelolaan hutan rakyat melalui program pinjaman tunda tebang di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Agribusiness Forum, 12(1), 60–75. https://doi.org/10.29244/fagb.12.1.60-75
Liberati, A., Altman, D. G., Tetzlaff, J., Mulrow, C., Gøtzsche, P. C., Ioannidis, J. P. A., ..., & Moher, D. (2019). The PRISMA statement for reporting systematic reviews and meta-analyses of studies that evaluate health care interventions: Explanation and elaboration. Journal of Clinical Epidemiology, 62(10), e1–e34. https://doi.org/10.1016/j.jclinepi.2009.06.006
Lusiya, D. H., Darusman, D., & Nuryartono, N. (2020). Implementasi pinjaman tunda tebang hutan rakyat di Kabupaten Blora dan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 17(2), 117–135. https://doi.org/10.20886/jpsek.2020.17.2.117-135
Lundbäck, M., Häggström, C., & Nordfjell, T. (2021). Worldwide trends in methods for harvesting and extracting industrial roundwood. International Journal of Forest Engineering, 32(3), 202–215. https://doi.org/10.1080/14942119.2021.1906617
Marchi, E., Chung, W., Visser, R., Abbas, D., Nordfjell, T., Mederski, P. S., ..., & Laschi, A. (2018). Sustainable forest operations (SFO): A new paradigm in a changing world and climate. Science of the Total Environment, 634, 1385–1397. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2018.04.084
Maulana, R. G., & Hidayat, R. (2020). Prestasi kerja kegiatan penebangan dan pembagian batang jenis sonokeling (Dalbergia latifolia) di hutan rakyat di Kecamatan Dlingo, Babupaten Bantul [thesis]. Yogyakarta: Gajahmada University.
[MoEF] Ministry of Environment and Forestry. (2015). Strategic plan of 2015-2019. Jakarta: Ministry of Environment and Forestry.
[MoEF] Ministry of Environment and Forestry. (2020). The state of Indonesia’s forest (SOIFO) 2020. Jakarta: Ministry of Environment and Forestry.
[MoEF] Ministry of Environment and Forestry. (2022). The state of Indonesia’s forest 2020: Toward FOLU net sink 2030. Jakarta: Ministry of Environment and Forestry.
Mujetahid, A. (2008). Productivity of felling in teak (Tectona grandis) private forests in Bone District. Journal of Perennial, 5(1), 53–58. https://doi.org/10.24259/perennial.v5i1.190
Musdi, Hardjanto, & Sundawati, L. (2020). Kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA, 2(2), 1–8. https://doi.org/10.55285/bonita.v2i2.493
Noor, G. S. (2014). Perkembangan hutan rakyat di Kalimantan Selatan. Jurnal Bina Praja, 6(4), 307–314. https://doi.org/10.21787/jbp.06.2014.307-314
Nugroho, B., Soedomo, S., & Dermawan, A. (2017). Policy effectiveness of loan for delaying timber harvesting for smallholder private forest in Indonesia. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 23(2), 61–70. https://doi.org/10.7226/jtfm.23.2.61
Oktalina, S. N., Awang, S. A., Suryanto, P., & Hartono, S. (2015). Strategi petani hutan rakyat dan kontribusinya terhadap penghidupan di Kabupaten Gunungkidul. Kawistara, 5(3), 321–328. https://doi.org/10.22146/kawistara.10058
Olivi, R., Qurniati, R., & Firdasari. (2015). Kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani di Desa Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Jurnal Sylva Lestari, 3(2), 1–12. https://doi.org/10.23960/jsl231-12
Pramesthi, K. R., & Haryanto. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanenan tegakan di hutan rakyat (Studi kasus di Kelurahan Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah). Embryo, 7(2), 82–89.
Pratama, A. R., Yuwono, S. B., & Hilamanto, R. (2015). Pengelolaan hutan rakyat oleh kelompok pemilik hutan rakyat di Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sylva Lestari, 3(2), 99–112.
Purwawangsa, H., Oktaviarini, M., & Mutaqin, F. (2021). Analisis pemasaran kayu hutan rakyat di Kabupaten Bogor. Jurnal Silvikultur Tropika, 12(2), 51–59. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.12.2.51-59
Rahayu, I. S., & Prihatini, E. (2009). Pengaruh kondisi fumigasi terhadap efektivitas pewarnaan dan keawetan kayu hutan rakyat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 14(2), 108–117.
Rahayaan, Y. N. (2023). Produktivitas dan biaya penebangan teknik sandat pada hutan rakyat agroforestri di Probolinggo, Jawa Timura [thesis]. Bogor: IPB University.
Riyadi, C., Rochmah, S., & Mardiyono. (2013). Developing private forest program to implement sustainable community-based forest management (A case study in Malang District, East Java Province). Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari, 4(2), 10–19.
Risasmoko, A., Hardjanto, & Sundawati, L. (2016). Kajian subsistem produksi dan pemasaran dalam pengembangan hutan rakyat. Jurnal Silvikultur Tropika, 7(1), 45–52. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.7.1.%25p
Ruslim, Y., Rachmat, M., & Hertianti, E. (2008). Studi penyaradan kayu dengan sistem monokabel (mesin pancang) di Kampong Sungai Lunuq Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Kehutanan Tropika Humida, 1(2), 210–221.
Ruslim, Y., Hinrichs, A., & Sulistioadi, B. (2020). Penerapan reduced impact logging menggunakan monocable winch (pancang tarik). Samarinda: Ministry of Forestry and Plantation-Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ)
Rulim, Y. (2013). Petunjuk teknis penggunaan mesin pancang tarik (monocable winch). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan, Direktorat Bina Usaha Hutan Alam bekerjasama dengan GIZ Forclime dan The Nature Conservavancy.
Sabilla, A., Kustanti, A., & Hilmanto, R. (2017). Kontribusi hutan milik terhadap kesejahteraan petani di Desa Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Jurnal Sylva Lestari, 5(2), 53–62. https://doi.org/10.23960/jsl2552-62
Sanudin, & Fauziyah, E. (2015). Karakteristik hutan rakyat berdsarakan orienstasi pengelolaannya: Studi kasus di Desa Sukamaju, Ciamis dan Kiarajangkung, Tasikmalaya, Jawa Barat Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(4), 696–701. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010402
Saputro, G. E., & Sastranegara, M. H. (2014). Study on erosion hazard level and important value index of private forest in Candiwulan Village, Kutasari District, Purbalingga Regency. Biospera Biology Magazine: A Scientific Journal, 31(3), 108–123. https://doi.org/10.20884/1.mlb.2014.31.3.210
Schmithüsen, F., & Hirsch, F. (2010). Private forest ownership in Europe. Geneva: United Nations Economic Commission for Europe-Food and Agriculture Organization of the United Nations. Retrieved from https://unece.org/DAM/timber/publications/SP-26.pdf
Sessions, J. (2007). Harvesting operations in the tropic. Berlin-Heidelberg: Springer-Verlag.
Siarudin, M., Awang, S. A., Sadono, R., & Suryanto, P. (2022). The pattern recognition of small-scale privately-owned forest in Ciamis Regency, West Java, Indonesia. Forest and Society, 6(1), 104–120. https://doi.org/10.24259/fs.v6i1.17997
Siadari, T.P., Hilmanto, R., & Hidayat, W. (2013). Potensi kayu rakyat dan strategi pengembangannya (studi kasus) di hutan rakyat Desa Buana Sakti Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari, 1(1), 75–84. https://doi.org/10.23960/jsl1175-84.
Sihombing, T. P. H., Hardjanto, & Wijayanto, N. (2013). Candlenut tree management on people forest in Tanah Pinem Subdistrict, Dairi Regency, Indonesia. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 19(1), 46–53. https://doi.org/10.7226/jtfm.19.1.46
Soendjoto, M. A., Suyanto, Hafiziannoor, Purnama, A., Rafiqi, A., & Sjukran, S. (2008). Plants diversity of farm forestry in Tanah Laut District, South Kalimantan. Biodiversitas, 9(2), 142–147. https://doi.org/10.13057/biodiv/d090213
Soedomo, S. (2014). Development of private forests on java island: what can we learn? Journal of Rural Indonesia, 2(1), 3–12.
Sukadaryati, Yuniawati, & Dulsalam. (2018). Pemanenan kayu hutan rakyat (Studi kasus di Ciamis, Jawa Barat). Jurnal Ilmu Kehutanan, 12, 142–155. https://doi.org/10.22146/jik.40144
Suryanto, H., & Suryawan, A. (2015). Struktur dan komposisi hutan rakyat tajuk lebar di Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(3), 574–580. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010333
Sukadaryati, Andini, S., & Ningrum, M. H. (2021). Mendorong penggunaan alat pemanenan kayu tepat guna di hutan rakyat. Policy Brief, 15(6), 1–7.
Sukwika, T., Darusman, D., Kusmana, C., & Nurrochmat, D. R. (2018). Skenario kebijakan pengelolaan hutan rakyat berkelanjutan di kabupaten Bogor. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(2), 207–215. https://doi.org/10.29244/jpsl.8.2.207-215
Sylviani, Purnama, B. M., & Saiban, A. (1996). Nilai ekonomi kayu dari hutan rakyat di Sukabumi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 14(9), 344–354.
Syah, M. E., Makkarennu, & Supratman. (2018). Sistem pemasaran kayu rakyat di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 10(1), 192–202. https://doi.org/10.24259/jhm.v0i0.3945
Tinambunan, D. (2008). Teknologi tepat guna dalam pemanenan hutan di Indonesia: Perkembangan, keunggulan, kelemahan dan kebijakan yang diperlukan untuk optimasi pemanfaatannya. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 5(2), 59–76. https://doi.org/10.20886/jakk.2008.5.2.%25p
Tinambunan, D., & Sukadaryati. (2009). Penggunaan hewan dalam pemanenan hutan di Indonesia: Perkembangan, keunggulan, permasalahan dan kebijakan yang diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatannya. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 6(3), 181–193. https://doi.org/10.20886/jakk.2009.6.3.181-193
Utama, R .C., Febryano, I. G., Herwanti, S., & Hidayat, W. (2019). Saluran pemasaran kayu gergajian sengon (Falcataria moluccana) pada industri penggergajian kayu rakyat di Desa Sukamarga, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Sylva Lestari, 7(2), 195–203. https://doi.org/10.23960/jsl27195-203
Wanjira, E. O., & Muriuki, J. (2020). Review of the status of agroforestry practices in Kenya. Background study for preparation of Kenya National Agroforestry Strategy (2020–2030). Kenya Industrial Research and Development Institute and World Agroforestry. Technical Report March 2020. Retrieved from https://www.ctc-n.org/system/files/dossier/3b/A%20review%20of%20agroforestry% 20status%20of%20Kenya.pdf
Widarti, A. (2015). Kontribusi hutan rakyat untuk kelestarian lingkungan dan pendapatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(7), 1622–1626 https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010714
Wijaya, A., Hardjanto, & Hero, Y. (2015). Analisis finansial dan pendapatan hutan rakyat pulai (Alstonia sp.) di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Silvikultur Tropika, 6(3), 148–159. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.6.3.%25p
Wijaya, A., Hardjanto, & Hero, Y. (2016). Hutan rakyat pulai (Alstonia sp.): Ekonomi dan kelembagaan. Bogor: Terbit Press
Yandi, W. N., Muhdin, & Suhendang, E. (2019). Metode pengaturan hasil berdasarkan jumlah pohon dalam pengelolaan hutan rakyat pada tingkat pemilik lahan. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 9(4), 872–881. https://doi.org/10.29244/jpsl.9.4.872-881
Yovi., E. Y., & Yamada, Y. (2019). Addressing occupational ergonomics issues in Indonesia forestry: Laborers, operators, or equivalent workers. Croatian Journal of Forest Engineering, 40(2), 351–363. https://doi.org/10.5552/crojfe.2019.558

Authors

Ahmad Budiaman
budiaman@apps.ipb.ac.id (Primary Contact)
Hardjanto
BudiamanA., & Hardjanto. (2023). Harvesting Systems of Private Forests in Indonesia: A Review. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 29(3), 219. https://doi.org/10.7226/jtfm.29.3.219

Article Details

##plugins.generic.relatedArticle.noArticleFound##