Buletin Agrohorti https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron <p align="through"><strong><img src="/public/site/images/adminbulagron/Cover_aja_tanpa_edisi_page-00012.jpg" width="194" height="275"></strong></p> <p align="justify"><strong>Buletin Agrohorti</strong> is a scientific publication established in 2013, published by the <strong>Indonesian Society of Agronomy</strong> (Perhimpunan Agronomi Indonesia), <strong>Indonesian Society for Horticulture</strong> (Perhimpunan Hortikultura Indonesia) and the <strong>Department of Agronomy and Horticulture</strong>, <strong>IPB University</strong>.</p> <p align="justify">Buletin Agrohorti is a non-accredited national journal, containing original writings related to the fields of agronomy and horticulture in a broad sense including crop production, genetics and plant breeding, plant ecology and physiology, plant biotechnology, and seed science and technology, both in the form of research results, policy analysis, and reviews, in Indonesian and English. Published online in <strong>January</strong>, <strong>May</strong>, and <strong>September</strong>, one issue contains 16 articles.</p> <p align="justify">Buletin Agrohorti is printed on a limited basis and can be obtained by contacting the managing editor via email: <a href="mailto:buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id">buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id</a></p> <p>P-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1344846365">2337-3407</a> | E-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1486012144">2614-3194</a></p> en-US buletinagrohorti@gmail.com (Juang Gema Kartika) buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id (Nabilah Elok Widinanti) Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengelolaan Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Negeri Lama Selatan, Sumatera Utara https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51386 <p>Pengelolaan gulma pada kelapa sawit dibutuhkan untuk meningkatkan keefektifan pengendalian gulma dan memperbaiki produktivitas kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2022 yang berlokasi di Kebun Negeri Lama Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis gulma dominan dan teknik pengendaliannya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perhitungan NJD, gulma yang dominan adalah <em>Cynodon dactylon</em> (L.) (36.43%), <em>Asystasia gangetica </em>(L.) <em>T. Anderson</em> (25.24%)<em>, Echinochloa colona</em> (L.) (17.29%), dan <em>Cleome rutidosperma </em>(17.15%).&nbsp; Hasil pengamatan lain mengindikasikan bahwa kegiatan kalibrasi belum diterapkan sesuai dengan standar kebun berdasarkan hasil uji <em>t- </em><em>student </em>pada taraf 5%. Metode penerapan herbisida untuk dosis (rata-rata 0.27 L per tanaman), lebar semprot (rata-rata 116 cm), cara semprot, dan bahan aktif yang dipakai sudah memenuhi standar ketepatan kebun berdasarkan hasil uji <em>t-</em><em>student</em> pada taraf 5%. Waktu aplikasi belum terlaksana dengan tepat. Pengelolaan gulma yang dilaksanakan telah mempertimbangkan aspek keberlanjutan ekologis melalui pemilihan bahan aktif, pemanfaatan gulma penting (<em>Nephrolepis biserrata</em>), dan implementasi aturan dalam penggunaan bahan kimia. Dosis 0.5 kg ha<sup>-1</sup> metil metsulfuron sangat efektif untuk mengendalikan gulma <em>Asystasia gangetica</em> secara total pada hari ke-20 HSA. Keterampilan aplikasi waktu semprot dipengaruhi oleh usia pekerja berdasarkan analisis <em>F-</em><em>tukey </em>pada taraf 5%. Pengawasan terhadap kondisi alat penting dilakukan untuk mengoptimalkan keefektifan pengendalian gulma.</p> <p>Kata kunci: kalibrasi, NJD, keterampilan kerja</p> Annisa Andrini Nasution, Didy Sopandie, Adolf Pieter Lontoh Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51386 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Potensi Ekstrak Daun Eucalyptus pellita F. Muell sebagai Bioherbisida Pascatumbuh https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51585 <p>Penggunaan bioherbisida untuk mengendalikan gulma merupakan salah satu upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan.&nbsp; Zat alelopati tumbuhan dapat dijadikan sebagai bioherbisida yang ramah lingkungan.&nbsp; Daun <em>Eucalypthus pellita </em>mengandung zat alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Penelitian laboratorium dilaksanakan untuk mengungkap potensi zat alelopati dari ekstrak daun <em>E. pellita</em> sebagai bioherbisida pasca tumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Laboratorium Ekotoksikologi Limbah dan Agen Hayati, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian dan <em>Green House</em> Kebun Percobaan Cikabayan Institut Pertanian Bogor. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas lima konsentrasi yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, dan 400 g L<sup>-1</sup>.&nbsp; Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun <em>E. pellita </em>dapat menghambat pertumbuhan tinggi, jumlah daun, fitotoksisitas dan meningkatkan persentase kerusakan pada gulma <em>Asystasia</em><em> gangetica </em>dan <em>Borreria alata</em> pada konsentrasi 30% dan gulma <em>Cyperus brevifolius</em> pada konsentrasi 40%. Ekstrak daun <em>E. pellita</em> tidak mempengaruhi pertumbuhan spesies <em>Eleusin indica.</em></p> <p>Kata kunci: alelopati, gulma daun lebar, pengendalian, rumput, ekstraksi air</p> Mia Audina, Dwi Guntoro Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51585 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Memengaruhi Pertumbuhan dan Hasil Padi Ketan Grendel (Oryza sativa L. var glutinosa) https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51579 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis nitrogen (N) terhadap pertumbuhan dan hasil padi ketan grendel (<em>Oryza sativa L. var glutinosa</em>). Penelitian dilaksanakan di Desa Jatisari, Karawang, Jawa Barat yang berada pada ketinggian 25.6 m dpl pada Januari-Juni 2022. Penelitian menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor yaitu jarak tanam sebagai petak utama (20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, 30 cm x &nbsp;30 cm, dan 40 cm x 40 cm) dan dosis N sebagai anak petak (0, 45, 90, 135, dan 180 kg N ha<sup>-1</sup>). &nbsp;Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 40 cm x 40 cm dan dosis N 180 kg N ha<sup>-1</sup> merupakan kombinasi terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun, jumlah anakan produktif, bobot kering sampel, bobot gabah hampa, jumlah bulir per malai, dan hasil ubinan (GKP) yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Dengan demikian, jarak tanam dan dosis tersebut direkomendasikan untuk dikaji lebih lanjut dalam rangka mendukung produktivitas padi ketan grendel.</p> <p>Kata kunci: dosis rekomendasi, jarak tanam, komponen hasil, pemupukan nitrogen</p> Awfil Haq, Edi Santosa, Arya Widura Ritonga Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51579 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perbanyakan Sidaguri (Sida rhombifolia) pada Beberapa Komposisi Media Tanam https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51384 <p>Sidaguri (<em>Sida rhombifolia</em>) merupakan tanaman berkhasiat obat dari famili malvaceae yang masih jarang dibudidayakan. Pengambilan sidaguri dari alam untuk memenuhi kebutuhan industri obat secara terus menerus mengancam keberadaan sidaguri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan perbanyakan, komposisi media tanam, dan interaksi keduanya untuk menghasilkan bibit dengan pertumbuhan optimal dan efisien. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan tiga ulangan. Terdapat tiga perlakuan jenis bahan perbanyakan yaitu benih, setek batang, dan setek pucuk serta empat komposisi media tanam yaitu tanah, tanah + kompos, tanah + kompos + arang sekam, dan tanah + kompos + pasir (1:1 v/v). Setiap satuan percobaan terdapat 10 tanaman sehingga total terdapat 360 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perlakuan yang menghasilkan bibit paling baik berdasarkan pengaruh jenis bahan perbanyakan, namun komposisi media tanam dan interaksi kedua faktor tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Bahan perbanyakan yang baik digunakan sebagai bahan perbanyak sidaguri yaitu setek batang yang menunjukkan hasil paling baik pada daya tumbuh (56.67%), tinggi tanaman (29.4 cm), dan jumlah cabang (3.5) yang dicapai pada umur 8 MST.</p> <p>Kata kunci: bahan perbanyakan, diferensiasi sel, malvaceace, media tanam</p> Annisa Sofiana, Ani Kurniawati, Purwono Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51384 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Genotipe Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/53527 <p>Percobaan ini dilakukan untuk melihat pengaruh naungan, genotipe dan interaksi antara genotipe dengan naungan terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa genotipe cabai rawit, selain itu untuk mengkonfirmasi kembali tingkat toleransi naungan dari beberapa genotipe cabai rawit. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat pada bulan November 2021 sampai bulan Maret 2022. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) pola tersarang, dengan petak utama naungan dan anak petak berupa 3 genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 55% menyebabkan peningkatan tinggi tanaman, tinggi dikotomus, lebar tajuk, lebar daun dan panjang daun. Naungan paranet 55% juga menyebabkan penurunan bobot buah per tanaman, produktivitas, <em>fruitset</em>, jumlah bunga dan jumlah buah pada tanaman cabai rawit yang diamati. Genotipe G4 (F8.145291-14-9-3-12-1) dan G7 (Genie) memiliki bobot buah per tanaman, produktivitas, umur berbunga, <em>fruitset</em>, tinggi tanaman, tinggi dikotomus dan ukuran daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe G3 (F10.160291-3-12-5-51-1-1- 2-2-1). Interaksi antara genotipe dan tingkat naungan terdapat pada karakter panjang buah, diameter buah dan panjang daun. Genotipe cabai rawit G4 dan G7 termasuk genotipe cabai rawit yang moderat toleran naungan, sedangkan genotipe cabai rawit G3 termasuk genotipe cabai yang peka naungan berdasarkan produksi relatifnya. Genotipe G4&nbsp; dan G7 memiliki konsistensi yang sama dengan penelitian sebelumnya, dimana genotipe G4 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap naungan dibandingkan dengan genotipe G3 dan G7 tetap menjadi genotipe yang moderat toleran naungan.</p> <p>Kata kunci: Intensitas cahaya rendah, <em>fruitset</em>, produktivitas</p> Destya Alhidayah, Muhamad achmad chozin, Arya Widura Ritonga Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/53527 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Keragaman Genetik Karakter Agronomi dan Amilosa Populasi Sorgum F3 Hasil Persilangan Pulut 3 x Soraya 3 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/53055 <p>Penggunaan sorgum sebagai alternatif pangan di Indonesia belum cukup berkembang karena tekstur sorgum yang pera kurang disukai masyarakat. Perbaikan terhadap kualitas biji sorgum perlu dilakukan untuk memperoleh sorgum berbiji pulen dan diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman genetik pada populasi F3 sorgum hasil persilangan Pulut 3 x Soraya 3 serta seleksi cepat genotipe sorgum dengan kadar amilosa rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2022 hingga Desember 2022 di Kebun BBPSI Biogen, Cimanggu, , Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata karakter kuantitatif yang beraneka ragam. Jumlah gen yang terlibat terbagi menjadi dua macam yaitu banyak dan sedikit gen. Aksi gen yang muncul yaitu epistasis. Hasil pewarnaan pada endosperma biji menunjukkan sebagian besar sorgum populasi F3 bertipe <em>waxy</em>.</p> <p>Kata kunci: aksi gen, epistasis, seleksi, <em>Sorghum bicolor</em>, <em>staining</em></p> Azhahara Putri Kusuma Wardhani, Desta Wirnas Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/53055 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) Di Kebun Branggah Banaran, Blitar https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51427 <p>Gulma sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang ada di lahan perkebunan termasuk pada komoditas cengkeh. Penurunan produksi diakibatkan karena adanya kompetisi nutrisi antara tanaman utama dan gulma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses pengendalian gulma di Kebun Branggah Banaran, Blitar terutama mengenai manajemen pengendalian gulma tanaman cengkeh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2022. Kondisi gulma di Kebun Branggah Banaran pada golongan tanaman B2, C1 dan C2 didominasi oleh gulma rumput <em>Digitaria sanguinalis </em>dan <em>Pseudelephantopus spicatus </em>pada golongan tanaman A1, A2 dan B1. Pekerja pengendalian gulma masih banyak yang belum mematuhi kelengkapan APD yang ditetapkan perusahaan. Perbandingan efektivitas biaya pengendalian gulma pada TBM dan TM menunjukkan bahwa metode kimiawi lebih efektif dengan rasio sebesar 1.24:1. Keberagaman gulma setiap tahun pangkas mempengaruhi kegiatan pengelolaan kerja pengendalian gulma secara umum. Keberagaman gulma mempengaruhi waktu pengendalian, metode pengendalian, kemampuan penyemprot serta efisiensi biaya pengendalian.</p> <p>Kata kunci: analisis vegetasi, cengkeh, efektivitas biaya, gulma, herbisida</p> Sabaiq Yuhfadh Djiwangga Darin, sofyan zaman, Candra Budiman Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51427 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700 Dosis dan Cara Penempatan Pupuk pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Numbu https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51577 <p>Sorgum merupakan tanaman serealia yang berpotensi menjadi pangan alternatif. Produktivitas sorgum masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis pupuk dan cara penempatan pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan, yaitu Februari-Juli 2019 di Kebun Percobaan Cikabayan, Laboratorium Pengujian, dan Laboratorium Pasca Panen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial. Faktor utama yaitu dosis pupuk terdiri atas 25%, 50%, dan 100% dari dosis acuan yang digunakan (261 kg Urea, 100 kg SP-36, dan 150 kg KCl ha<sup>-1</sup>) dan faktor kedua yaitu cara penempatan pupuk (penempatan pupuk sepanjang larikan di antara barisan tanaman dan penempatan pupuk sepanjang larikan di luar masing-masing barisan tanaman). Pemberian dosis pupuk 25% dari dosis acuan yang digunakan dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman sorgum pada 8 dan 10 MST. Pemberian pupuk sepanjang larikan di luar masing-masing barisan tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah daun tanaman sorgum pada 2 MST.&nbsp; Pupuk dapat diberikan di setiap baris tanaman atau dalam satu baris antara dua baris tanaman.&nbsp; Dosis pupuk anorganik untuk sorgum varietas Numbu di tanah Latosol Darmaga; dengan kandungan N-total sedang (0.21%), P total sangat tinggi (147.06 mg P<sub>2</sub>O<sub>5</sub> 100g<sup>-1</sup>) dan K-total rendah (19.05 mg K<sub>2</sub>O&nbsp;100g<sup>-1</sup>)&nbsp; yang diberi pupuk kandang 10 ton ha<sup>-1</sup> dan dolomit 2 ton ha<sup>-1</sup>, dapat diberikan dengan dosis lebih rendah sampai 25% dari acuan. &nbsp;</p> <p>Kata kunci: dosis pupuk, penempatan pupuk, pertumbuhan</p> Herliana Husnul Khotimah, Suwarto Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jai.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51577 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0700