Kasus Rabbit Haemorrhagic Disease (RHD) pada Kelinci: Sejarah, Penyebaran, serta Dampak RHDV di Beberapa Negara Asal Kelinci Impor Indonesia

  • Retno Setyaningsih IPB University
  • Sri Murtini IPB University
  • I Wayan Teguh Wibawan
  • Surachmi Setiyaningsih IPB University
  • Ekowati Handharyani IPB University
Keywords: Rabbit Haemorrhagic Disease Virus (RHDV), rabbit, viral infection

Abstract

Virus Rabbit Haemorrhagic Disease (RHDV) adalah virus penyebab Rabbit Haemorrhagic Disease (RHD) pada kelinci Eropa (Oryctolagus cuniculus). Penyakit ini memiliki tingkat kematian dan morbiditas hingga 100%. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1984 dan menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1996, kasus pertama infeksi RHDV pada kelinci tanpa gejala klinis menyebar di peternakan kelinci di Italia. Beberapa studi telah melapaorkan keberadaan variasi genetic RHDV termasuk varian RHDV terbaru. Penyakit ini berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan kerugian ekonomi, terutama di peternakan kelinci. Pada studi sebelumnya diketahui bahwa terdapat serokonversi RHDV pada kelinci tanpa gejala klinis di daerah Bandung Barat, Provinsi Jawa barat, Indonesia, meskipun belum ada informasi mengenai keberadaan RHDV di Indonesia. Meskipun Indonesia diketahui berstatus bebas RHDV, namun kelinci yang diimpor berasal dari negara-negara di Eropa, Amerika, dan Australia yang terkenal sebagai negara endemik RHDV. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji penyebaran RHDV di negara asal kelinci impor Indonesia dan dampaknya. Selain itu, tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang penyakit kelinci yang sedang berkembang.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-03-30
Section
Ulasan / Review